KEGELISAHAN
Deru
angin yang berhembus dingin dikala matahari senja.
Memberi
kabar pada ombak-ombak di lautan.
Angin
berpesan pada ombak, untuk mengajak pasir pergi.
Dengan
senang hati ombak menerima pesan tersebut.
Sampai-sampai mereka berlomba-lomba untuk menyampaikan
pesan angin pada pasir putih.
Tibalah
pertemuan antara keduanya
Dengan
lembut ombak mengajak pasir untuk pergi, namun pasir tetap diam membisu
Ia
sadar bahwa kepergiannya akan membuat suatu permasalahan kedepan
Hari
berikutnya terus demikian, alhasil ombak masih menerima jawaban yang sama
Terlampau
sering ajakan ombak ditolak oleh pasir
yang tetap berpegang pada prinsipnya.
Namun
hal itu, tidak membuat ombak berputus asa.
Tanpa
kenal lelah sang ombak membujuk dan merayu pasir agar ikut bersama dalam
pengembaraannya.
Berproses
yang panjang, pasir mulai goyah dengan prinsipnya.
Akibat
kegigihan dari ombak, membuat pasir berpikir keras untuk memilih bertahan atau
ikut pergi
Sejatinya
ia tidak ingin berpisah dengan daratan
Sebab
apa? Sebab daratanlah yang selalu setia
menemaninya saat siang maupun malam
Berbeda
halnya dengan ombak, yang memilih pergi disaat pasir sedang membutuhkan
Hubungan
keduanya sangatlah erat, namun apa daya pasir tidak sanggup lagi untuk memilih
bertahan.
Sebab
ada insan yang tidak menghargai kehadiran dan perjuangannya.
Akibat
perilaku buruk yang ditimpakan padanya.
Insan
itu sendiri adalah manusia.
Manusia
tidak menyadari atas dasar apa ia bertahan untuk tidak beranjak dari tempatnya
Tidak
lain adalah demi kepentingan manusia
Ketika
budi baik dibalas dengan penghinaan, maka timbullah rasa kekecewaan
Allah
berfirman dalam Surah Al -A’raf ayat 56 “ Telah nampak kerusakan di muka bumi
dan di lautan akibat tangan-tangan manusia”
Tidak
sedikit diantara kita yang malah melecehkannya.
Hamparan
pasir putih dikotori dengan berbagai sampah, buang sana kemari tanpa berpikir
lebih jauh.
Dan
berbuat semena-mena terhadapnya.
Lupa
akan hal yang akan datang, dampak dan akibatnya.
Pada
akhirnya, seiring berjalannya waktu pasir mulai mengindahkan ajakan ombak
Pergilah
pasir secara sembunyi, agar daratan tidak tahu akan kepergiannya
Lambat
laun, keputusan itu mulai disadari daratan
Daratan
merintih kesepian, kehilangan teman sejatinya
Daratan
pun marah pada manusia yang telah membuatnya kehilangan teman.
Melihat
temannya pergi, ia memilih pergi jua tanpa berpikir panjang akan nasib manusia.
Setelah
kejadian itu, mulailah masalah demi masalah menghantui manusia.
Entah
itu bencana longsor, ataupun semacamnya.
Tersadarlah
manusia pada hari itu
Menangis
pilu terisak-isak, menyesali perbuatannya
Dan
bertekad untuk tidak melakukan kesalahan yang sama lagi
