Senin, 15 April 2019

ANAK RANTAU



Beranjak jauh dari desa menuju tanah rantauan
Membawa segudang mimpi dan sejuta harapan
Berbekalkan tekad dan semangat
Melangkah maju terus kedepan

Tibalah masanya menginjakkan kaki di tanah perantauan
Terbayang-bayang indahnya hidup di perkotaan
Kiri kanan bangunan megah yang tingginya menjulang
Kerlap-kerlip lampu yang menghiasi gemerlapnya malam

Ditengah keramaian yang seakan tiada sepi
Rasanya tiada beban yang dibawa dalam diri
Seiring berjalannya waktu
Rupanya tak seperti apa yang ku bayangkan

Dibalik megahnya bangunan dan keramaian yang ada
Ternyata menyimpan sejuta kegelapan
Begitu kerasnya bertahan ditanah rantauan
Saat terjatuh, maka adakah tangan yang siap terulurkan? Jawabnya adalah tidak

Terpaan angin terus menghadang
Sementara kerikil-kerikil kecil sudah siap menunggu
Belum lagi bisikan dedaunan dan pepohonan yang terus menghantui
Jatuh bangun sudah pasti

Tapi itu semua harus aku lalui
Ketika prinsipku mulai goyah
Selalu ku ingat pesan dari kampung
Selalu kubawa mimpi-mimpi yang telah aku janjikan pada orangtuaku

Terbesit dihati, ingin seperti mereka yang berkelana bebas di tanah perantauannya
Namun aku bercermin, berbalik kebelakang
Aku tatap dengan tatapan yang dalam
Ternyata disana aku lihat ada mereka

Siapa mereka?
Mereka adalah orangtuaku
Mereka yang rela tidak berputus keringat
Demi gelar sarjana yang aku janjikan

Mereka yang siap terluka
Mereka yang siap berkorban dan melakukan apa saja
Asal senyum di wajah anaknya senantiasa terlukiskan
Nampak dari bayangan cermin

Wajahnya yang cerah telah memudar
Lipatan-lipatan dikening mereka pun turut andil
Tak mampuku mengembalikan cerahnya raut di wajah mereka
Tak mampuku menghilangkan lipatan-lipatan di kening mereka

Mereka bilang ‘tak perlu mengembalikan cerahnya raut wajah kami’
Tak perlu menghilangkan lipatan-lipatan di kening kami
Mereka hanya berpesan ‘belajalah dengan baik, raih mimpimu.’
Karena sukses juga untukmu

Biarlah kami yang menderita, asal kau bahagia
Engkau yang menabur benih
Engkau jua yang memanen
Kami tak berharap rupiah darimu
Yang kami harapkan adalah engkau dapat menggapai cita-citamu.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar